Langsung ke konten utama

Aku baru tahu bu, kalau kebaikan bisa membuat orang memilih meninggalkan..

Malam itu Ibu mendadak bertanya,
"Apa yang membuat kalian berpisah?"
"Dia bilang aku terlalu baik untuknya. Aku baru tahu bu, kalau kebaikan bisa membuat orang memilih meninggalkan" jawabku lirih.

Ibu terdiam, menatapku sendu seakan paham apa dirasakan hatiku.
Tak lama kedua tangannya mengusap kepalaku. 
Hatiku mendadak hangat. Mataku mulai panas dan memerah. 

Tidak! Aku tidak boleh menangis di depan ibu. Kupejamkan mataku untuk menahan airmata agar tak jatuh membasahi pipiku.
"Selalu ada alasan kenapa Tuhan menitipkan perasaan nak'. Bersyukurlah seperti apapun takdirnya.
 Dia pasti punya alasan. Meski itu melukaimu." Ibu tiba-tiba bersuara setelah sesaat terdiam. Pertahananku goyah. Kelopak mataku mulai basah. Malam itu, aku menangis di pangkuan ibu. Ibuku yang juga sangat menyayangimu.

Hi kamu..
Berbahagialah dengan apapun pilihanmu.
Tak apa meski harus mengorbankanku.
Seperti selalu kubilang, aku tak pernah ingin membuatmu berada di posisi yang sulit.
Berbahagialah, aku rela mengalah meski akan menghancurkan diriku sendiri. Tak apa, selama itu membuatmu merasa lebih berarti.

Tenang saja, lama-lama aku akan terbiasa. Kupeluk luka ini dengan segala upaya yang kubisa. Peranku di hidupmu memang seperti ini, tak akan menjadi yang utama dan satu-satunya. 
Kuanggap semua ini mimpi buruk. Dan kini telah terjaga, dari harapan sia-sia untuk hidup bersamamu.

Hai kamu,
Mari berjalan ke arah berbeda,
Sesekali mungkin aku masih menoleh ke belakang hanya untuk memastikan sudah sejauh mana kita saling meninggalkan.

Fii amanillah..
Selamat berkelana,
Sampai jumpa di kebetulan terbaik menurut takdirNya.

-----
Surabaya 01 Juni 2023
Sedikit rindu, banyak bencinya kepadamu.






 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

doa itu adalah benda, yaitu gelombang energi quantum yang disebut pikiran dan perasaan dan keduanya merupakan kata benda...

....Aku dekat..Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku (QS.Al Baqarah :186) Saya sering bertanya dalam hati, kenapa kita harus repot berdoa dan dalam doa itu kita menjelaskan pada Tuhan apa yang kita mau? Bukankah Tuhan Mahatahu? Seharusnya aktivitas berdoa itu tidak perlu ada, karena tanpa kita berdoa meminta sesuatu, Tuhan sudah tahu apa yang kita inginkan. Sesederhana itu kan?  Seorang sahabat yang pernah saya ajak diskusi mengenai hal ini menertawakan dan mengatakan saya mungkin sudah gila karena telah mempertanyakan doa. Menurutnya mempertanyakan doa sama dengan mempertanyakan keberadaan Tuhan. Saya mau jadi atheis, begitu tuduhnya. Seolah tak ingin saya jadi ‘tersesat’ sahabat saya itu lantas menjelaskan, doa itu cara manusia ‘bermesraan’ dengan Tuhannya. Sekaligus aktivitas yang mengingatkan manusia bahwa dia hanyalah hamba yang penuh kelemahan dan kepada Tuhan kemudian dia meminta kekuatan. Tapi ‘penasaran’ saya tentang doa tak juga...

Kuberikan seluruh cintaku. Bukan separuh, bukan serpihan, bukan sebagian, bukan sisa, tapi semuanya. Namun cintamu tumbuh tak seperti yang kutanam. Daunmu mengarah ke matahari lain dan bungamu mekar di musim yang tak pernah aku punya...

       Ada banyak hal yang terjadi dan harus diterima siap atau tidak. Awalnya ada rasa marah dan mempertanyakan. Kemudian aku sadar tidak semua patah butuh tangan lain untuk pulih. Cukup saling tahu dengan diam agar luka itu terasa lebih ringan.         Tak juga perlu menjadi Sore yang menembus ruang waktu merubah takdir dan masa lalu. Pertama aku tak punya Jonathan yang akhirnya karena begitu mencintai Sore sehingga dia mau berubah. Kedua, bukan aku yang dia pilih, jadi mau diulang berapa kalipun juga tidak ada gunanya.         Tapi kebanyakan dari kita (mungkin) adalah Sore. Kalau lagi jatuh cinta, ga peduli sebanyak apa kesempatan dipake untuk memperbaiki sesuatu yang ga tau akan berhasil kapan?Tapi terus saja diusahakan untuk bisa terus  bersatu dengan orang yang dicintai. Walau energi bahkan sudah habis. Seperti aku, berulangkali diabaikan dan tidak dianggap berarti tetap saja tidak menyerah. Padahal aku ti...

Melepaskan adalah bentuk cinta paling waras yang bisa kuberikan kepada diriku sendiri. Aku juga sadar, memaksa orang yang ingin pergi itu bukanlah bentuk cinta paling sehat. Karena cinta adalah menjaga seseorang yang ku cintai dari rasa sakit bahkan bila itu adalah diriku sendiri.

       Episode kehilangan ini kembali terulang. Aku tak lagi boleh menoleh ke belakang, mulai berhenti untuk mengejarmu, berharap, atau sekedar menanyakan kabarmu. Bukan aku tak mencintaimu. Tapi karena melepaskan adalah bentuk cinta paling waras yang bisa kuberikan kepada diriku sendiri.          Aku mencintaimu, tapi kamu lebih ingin menjelma menjadi punggung yang tak lagi mau kusandari. Aku lelah menunggu arah, untuk kamu yang tak ingin kemana-mana. Aku tak pernah menuntut kamu yang tak pernah menahan. Ternyata memaksa orang yang ingin pergi itu bukanlah bentuk cinta paling sehat.  Karena cinta adalah menjaga seseorang yang kucintai dari rasa sakit bahkan bila itu adalah diriku sendiri. Jadi aku pergi karena aku tak mau menyakitimu.  Semua perasaan cintaku kepadamu kukubur dalam lubang yang dalam. Kutarik diriku menjauh,  agar kau selamat dari riuh gaduh perasaanku.        Padahal ini energi adalah terakh...