Hi lelaki penyuka kebab. Aku rindu. Kalau rindu ini bisa diuangkan mungkin aku akan kaya raya. Aku rindu mengajakmu ribut, melihatmu kebingungan membujukku bila tantrumku kambuh, rindu obrolan tak penting kita dan bagaimana caramu meredam segala emosi yang ada di dadaku. Aku rindu caramu mencintaiku sebagaimana aku. Beberapa hari lalu aku berulang tahun. Apa kau masih mengingatnya?Mungkin tidak ya? Sempat terbersit keinginan untuk menghubungimu. Tapi niat itu akhirnya kuurungkan, aku masih orang yang sama, yang kau tinggalkan beberapa tahun lalu. Pantang bagiku menghalangi orang yang sudah pergi apalagi mencarinya dan berkata : " Aku Rindu". Karena aku lebih baik menahan rinduku sampai aku mati daripada harus mengatakannya kepadamu. Tapi tetap kutulis catatan ini untukmu, agar kau tahu bila suatu hari kau singgah lagi di sini dan membacanya. Bukan untuk berharap apa-apa, aku hanya ingin melegakan perasaan dan meredam berisiknya isi kepalaku. Tuan, kuharap kau bahagia sekara...
Jalan hidup baru yang mulai kujalani empat bulan lalu ternyata tidak terlalu buruk. Aku justru kagum dengan diriku sendiri. Oh.. sekali lagi aku bisa bilang ya semua akan reda juga kan?
Bapakku pernah bilang yang ditambah Tuhan itu tak selalu uangmu. Bisa jadi justru rasa cukupmu. Uangmu, gajimu, karirmu memang segitu-gitu aja. Tapi bisa jadi cuma makan dengan lauk orek tempe dan sayur sop pun kamu sudah merasa cukup. Kata bapak itulah berkah, tidak menambah jumlah tapi menambah rasa cukup. Dan sekali lagi bapak benar. Dulu segala gelora impulsifku harus selalu terpenuhi asupannya. Kini, seperlunya saja ternyata juga cukup. Duniaku mungkin masih gitu-gitu aja, tapi terasa entah kenapa saat ini terasa cukup. Aku bahkan mulai acuh dengan segala ambisi validasi. Aku juga tak lagi iri dengan segala pencapaian orang lain. Jalan hidup baru yang mulai kujalani empat bulan lalu ternyata tidak terlalu buruk. Aku justru kagum dengan diriku sendiri. Oh.. sekali lagi aku bisa bilang ya semua akan reda juga kan? Aku mulai menormalisasikan untuk biasa saja di setiap hal. Aku hidup seolah tidak punya tempat istimewa di hati manusia manapun. ...