Kuceritakan kepadamu, hidupku baik-baik saja. Sesekali asam lambungku memang masih sering kambuh. Tapi aman. Aku sudah mahir bagaimana cara untuk mengatasinya...
Hi lelaki penyuka kebab. Aku rindu. Kalau rindu ini bisa diuangkan mungkin aku akan kaya raya. Beberapa hari lalu aku berulang tahun. Apa kau masih mengingatnya?
Sempat terbersit keinginan untuk mengatakan langsung kepadamu. Tapi aku masih orang yang sama, yang kau tinggalkan beberapa tahun lalu. Pantang bagiku menghalangi orang yang sudah pergi apalagi mencarinya dan berkata : " Aku Rindu". Lebih baik kau tidak pernah berharap. Karena aku lebih baik menahan rinduku sampai aku mati daripada harus mengatakannya kepadamu. Jadi kutulis catatan ini karena aku tahu kau selalu menantikan unggahan terbarunya. Dan kali ini kukatakan kutulis ini untukmu. Bukan untuk berharap kau kembali, tapi untuk melegakan perasaan dan meredam berisiknya isi kepalaku.
Kuceritakan kepadamu, hidupku baik-baik saja. Sesekali asam lambungku memang masih sering kambuh. Tapi aman. Aku sudah mahir bagaimana cara untuk mengatasinya. Kalau dulu kambuh karena sebal padamu yang terlalu sibuk dan kuanggap tak pernah mengusahakan aku. Sekarang aku tak punya lagi 'kambing hitam'. Aku juga tak punya energi lagi untuk mencintai seseorang. Hatiku tidak kututup hanya saja tak pernah ada yang berani masuk. Kata mereka aku terlalu rumit. Bahkan diriku sendiri tak mampu memahamiku?Apakah kau dulu juga merasakannya?
Tuan, kuharap kau bahagia sekarang. Aku akan datang membunuhmu kalau sampai hidupmu tak menjadi lebih baik dari ketika kau pamit pergi. Oya kemarin aku sempat berbincang dengan Tuhan, apabila ia memperkenankan aku untuk jatuh cinta lagi. Aku mau kamu dengan versi yang lebih baik dari setiap segi. Yaa.., aku tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan tadi aku menemukan kalimat bagus tentang mencintai dari sebuah buku yang kubaca, "Sek
Komentar
Posting Komentar