Langsung ke konten utama

Lalu bagaimana bila kemudian aku menyerah dan memilih pergi?Seseorang yang tidak pernah kamu sangka akan meninggalkan?

Monolog Kepastian


A :  Aku pernah pergi tapi kemudian aku memilih kembali. Keputusan yang sampai kini masih kupertanyakan?Apakah ini tepat?

B : Entahlah.

A : Bahagia ini hanya sekedar penenang atau kali ini kau sungguh berjuang?

B :Mungkin?

A : Kita dua orang yang belum juga dipersatukan, kenapa?

B : Karena Tuhan ingin kita tahu, bahwa ada yang lebih Indah dari sekedar saling mencintai. Ikhlas.

A : Akankah kita menjadi takdir untuk satu sama lain?

B : Dalam setiap rapalan doaku kepada Tuhan, aku tidak memintaNya agar menyatukan kita. Aku ingin kita cukup memenuhi untuk satu sama lain tanpa harus melukai siapa-siapa.

A : Lalu bagaimana bila kemudian aku menyerah dan memilih pergi?Seseorang yang tidak pernah kamu sangka akan meninggalkan?

B : Kau harus pahami, bila saat itu tiba aku tidak pernah pergi. Aku hanya memilih bahagiaku Bahagia yang selama ini hanya bisa kau janjikan.

Dalam acaknya rasa, banyaknya warna, ganjilnya pola. Kadang cinta terselip begitu saja yang entah muncul dibalik warna yang apa.

Semoga rasa yang kita tanam ini bukan rasa  berbahaya, yang  akarnya liar mengikat tapi kita nikmati. Padahal kita sadar, takkan pernah berbunga.

Aku selalu di sini (entah sampai kapan?) menunggumu datang membawa kepastian.


Surabaya 18/03/2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

doa itu adalah benda, yaitu gelombang energi quantum yang disebut pikiran dan perasaan dan keduanya merupakan kata benda...

....Aku dekat..Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku (QS.Al Baqarah :186) Saya sering bertanya dalam hati, kenapa kita harus repot berdoa dan dalam doa itu kita menjelaskan pada Tuhan apa yang kita mau? Bukankah Tuhan Mahatahu? Seharusnya aktivitas berdoa itu tidak perlu ada, karena tanpa kita berdoa meminta sesuatu, Tuhan sudah tahu apa yang kita inginkan. Sesederhana itu kan?  Seorang sahabat yang pernah saya ajak diskusi mengenai hal ini menertawakan dan mengatakan saya mungkin sudah gila karena telah mempertanyakan doa. Menurutnya mempertanyakan doa sama dengan mempertanyakan keberadaan Tuhan. Saya mau jadi atheis, begitu tuduhnya. Seolah tak ingin saya jadi ‘tersesat’ sahabat saya itu lantas menjelaskan, doa itu cara manusia ‘bermesraan’ dengan Tuhannya. Sekaligus aktivitas yang mengingatkan manusia bahwa dia hanyalah hamba yang penuh kelemahan dan kepada Tuhan kemudian dia meminta kekuatan. Tapi ‘penasaran’ saya tentang doa tak juga...

Kuberikan seluruh cintaku. Bukan separuh, bukan serpihan, bukan sebagian, bukan sisa, tapi semuanya. Namun cintamu tumbuh tak seperti yang kutanam. Daunmu mengarah ke matahari lain dan bungamu mekar di musim yang tak pernah aku punya...

       Ada banyak hal yang terjadi dan harus diterima siap atau tidak. Awalnya ada rasa marah dan mempertanyakan. Kemudian aku sadar tidak semua patah butuh tangan lain untuk pulih. Cukup saling tahu dengan diam agar luka itu terasa lebih ringan.         Tak juga perlu menjadi Sore yang menembus ruang waktu merubah takdir dan masa lalu. Pertama aku tak punya Jonathan yang akhirnya karena begitu mencintai Sore sehingga dia mau berubah. Kedua, bukan aku yang dia pilih, jadi mau diulang berapa kalipun juga tidak ada gunanya.         Tapi kebanyakan dari kita (mungkin) adalah Sore. Kalau lagi jatuh cinta, ga peduli sebanyak apa kesempatan dipake untuk memperbaiki sesuatu yang ga tau akan berhasil kapan?Tapi terus saja diusahakan untuk bisa terus  bersatu dengan orang yang dicintai. Walau energi bahkan sudah habis. Seperti aku, berulangkali diabaikan dan tidak dianggap berarti tetap saja tidak menyerah. Padahal aku ti...

Kuceritakan kepadamu, hidupku baik-baik saja. Sesekali asam lambungku memang masih sering kambuh. Tapi aman. Aku sudah mahir bagaimana cara untuk mengatasinya...

Hi lelaki penyuka kebab. Aku rindu. Kalau rindu ini bisa diuangkan mungkin aku akan kaya raya. Aku rindu mengajakmu ribut, melihatmu kebingungan membujukku bila tantrumku kambuh,  rindu obrolan tak penting kita dan bagaimana caramu meredam segala emosi yang ada di dadaku. Aku rindu caramu mencintaiku sebagaimana aku, diriku sendiri. Rindu mendengar cerita dan mimpi-mimpimu yang tidak pernah membuatku bosan. Kehadiramu (meski kadang menyebalkan) selalu membuatku bahagia.  Beberapa hari lalu aku berulang tahun. Apa kau masih mengingatnya?Mungkin tidak ya?Aku juga tidak berharap, jangan khawatir. Sempat terbersit keinginan untuk menghubungimu. Tapi niat itu akhirnya kuurungkan, aku masih orang yang sama, yang kau tinggalkan beberapa tahun lalu. Pantang bagiku menghalangi orang yang sudah pergi apalagi mencarinya dan berkata : " Aku Rindu". Karena aku lebih baik menahan rinduku sampai mati daripada harus mengatakannya kepadamu. Tapi tetap kutulis catatan ini untukmu, agar kau tah...