Langsung ke konten utama

Denganku mungkin tak hanya senang, akan banyak rumitnya dan sedihnya, sering bertengkarnya, juga kerap salah pahamnya...

Sayang, 
Denganku mungkin tak hanya senang, akan banyak rumitnya dan sedihnya, sering bertengkarnya, juga kerap salah pahamnya. Tak mudah memang beriringan dengan seseorang yang keras kepala seperti aku. Kuharap lenganmu belum lelah, memeluk semua duka dan ego yang aku punya. Dipertemukan denganmu adalah sebuah keberuntungan yang pernah terjadi di hidupku. Tuhan mengirimmu waktu aku berdoa semoga aku lekas bahagia, waktu aku berdoa semoga ada satu orang yang mau mendengarku bercerita.

Sayang,
Terima kasih, atas setiap penjelasan meski tak jarang susah aku pahami. 
Terima kasih atas pengertian yang kadang tak mau aku dalami. 
Terima kasih selalu ada maaf yang terucap untuk banyak hal bahkan ketika itu bukan salahmu.
Terima kasih mau berusaha selalu ada, dan tidak pernah membuatku merasa sendirian.
Terima kasih sudah menyisihkan setengah kehidupanmu untuk menghidupkan kehidupanku.

Sayang,
Jangan dulu menyerah yaa..
Aku masih ingin merapal banyak doa untuk berbagai kebahagiaan dan kesuksesanmu di masa akan datang. Semoga doa yang mungkin tak seberapa itu turut memudahkan setiap langkahmu. Aku berharap bisa lebih lama menemanimu menjalani banyak bahagia dan ada untuk memeluk setiap duka dan gelisahmu.

Sayang,
Perjalanannya masih panjang, tapi akan kugunakan untuk terus mempelajari petir dan awan dalam diriku, lemah lembut maupun mematikannya agar tidak terlalu merepotkanmu. Jika cintaku kurang melengkapi, aku minta maaf. Tapi percayalah aku bisa, aku akan berusaha sekuat-kuatnya. Kuharap henti tidak akan pernah datang, dan pisah takkan pernah mampir.  Biarlah tetap seperti ini, meski aku 'mungkin' tak punya kendali.

Semoga jika ini sampai dalam hatimu, tolong pegang erat-erat ya.
Semoga selalu aku yang tetap menjadi tujuan terakhirmu.
Semoga restu itu akhirnya akan terwujud. Aamiin.

-----

Surabaya 18 September 2023


Komentar

Postingan populer dari blog ini

doa itu adalah benda, yaitu gelombang energi quantum yang disebut pikiran dan perasaan dan keduanya merupakan kata benda...

....Aku dekat..Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku (QS.Al Baqarah :186) Saya sering bertanya dalam hati, kenapa kita harus repot berdoa dan dalam doa itu kita menjelaskan pada Tuhan apa yang kita mau? Bukankah Tuhan Mahatahu? Seharusnya aktivitas berdoa itu tidak perlu ada, karena tanpa kita berdoa meminta sesuatu, Tuhan sudah tahu apa yang kita inginkan. Sesederhana itu kan?  Seorang sahabat yang pernah saya ajak diskusi mengenai hal ini menertawakan dan mengatakan saya mungkin sudah gila karena telah mempertanyakan doa. Menurutnya mempertanyakan doa sama dengan mempertanyakan keberadaan Tuhan. Saya mau jadi atheis, begitu tuduhnya. Seolah tak ingin saya jadi ‘tersesat’ sahabat saya itu lantas menjelaskan, doa itu cara manusia ‘bermesraan’ dengan Tuhannya. Sekaligus aktivitas yang mengingatkan manusia bahwa dia hanyalah hamba yang penuh kelemahan dan kepada Tuhan kemudian dia meminta kekuatan. Tapi ‘penasaran’ saya tentang doa tak juga...

Selamat Ulang Tahun Manusia yang pernah memberiku tawa. Sebelum berubah menjadi manusia yang paling banyak membubuhiku luka. Manusia yang kini begitu jauh dari pandangan dan suaranya mulai asing di telingaku.

Selamat Ulang Tahun, Manusia yang pernah memberiku tawa. Sebelum berubah menjadi manusia yang paling banyak membubuhiku luka. Manusia yang kini begitu jauh dari pandangan dan suaranya mulai asing di telingaku.  Aku masih merayakanmu meski mungkin tak sampai kepadamu.  Sama seperti tahun kemarin. Aku doakan semakin banyak hal baik mengiringi setiap langkahmu.  Sesekali di penghujung malam hingga menuju pergantian hari aku masih menangisimu karena rindu yang tak bisa diutarakan. Dalam perjalanan melupakan kita, Tuhan juga selalu membawamu menemuiku dalam mimpi. Apa ini pertanda Tuhan tidak rela aku segera melupakanmu? Lantas aku harus bagaimana?Melupakan tidak diizinkan, memilikimu juga tidak diberikan. Tapi kata Wira Negara "Sekeras apapun kau menyakinkan kepergian, dia akan tetap menuju tujuan dengan namamu yang sudah tidak dilibatkan. Berhentilah bertanya atas maksud, beribu ajakanmu takkan disambut. Dia telah membuangmu ke liang sunyi, kenapa masih sibuk bertanya kabar...

Ini Untuk Kamu..

Tak perlu kusebutkan, kau pasti paham bila tulisan ini dibuat untukmu.  Terima kasih  kuucapkan karena masih berkenan meluangkan waktu untukku. Hari itu hariku sangat kacau, sebenarnya aku habis menangis. Pikiranku sedang super berisik. Dan malam itu kehadiranmu dan obrolan-obrolan kita tentang negara membuatku lelap dengan senyuman.  Kau tahu aku sangat merindukanmu? Rindu kau bilang "Iya sayangku, cantikku" bahkan saat aku tahu aku sedang tak cantik. Rindu melihat binar matamu sambil mendengarkanku yang sibuk berbicara tanpa henti, meski aku tahu kau harus menahan bosan. Maaf ya. Tak usah risau, aku tak sedang membangun harapan apapun tentang kita. Aku hanya rindu. Kau tau?ternyata menahan  rindu tanpa bisa berbuat apa-apa adalah perasaan paling tengik sedunia. Dadamu mendadak sesak dan siap meledak tanpa bisa kau kendalikan. Jadi kuharap kamu tak keberatan ya. Karena seperti yang selalu aku katakan, aku tak pernah ingin membuatmu berada di kondisi yang membingungk...