Langsung ke konten utama

Aku sudah terbiasa kehilangan. Aku juga sudah biasa ditinggalkan. Aku pernah jadi orang baru namun kalah dengan masa lalu, pernah jadi masa lalu tapi juga kalah dengan orang baru. Soal menang aku kalah, soal kalah aku menang.

 Aku pernah berjanji pada diriku

Untuk tidak pernah lagi menangisimu
Malam itu aku kalah.
Tapi jangan khawatir, hatiku sudah terlatih kok.
Aku sudah terbiasa kehilangan. Aku juga sudah biasa ditinggalkan.
Aku pernah jadi orang baru namun kalah dengan masa lalu, pernah jadi masa lalu tapi juga kalah dengan orang baru. 
Soal menang aku kalah, soal kalah aku menang.

Aku yakin kau sedang berbahagia sekarang. Kulihat kau sekarang juga sering tersenyum.
Dia benar-benar menjadi rumah yang nyaman untukmu ya?
Teman ngobrol paling antusias untuk semua cerita dan mimpimu.
Seseorang yang menjadikanmu istimewa dan tujuan dalam hidupnya. 

Kau tahu?
Sesekali aku masih mempertanyakan?
Kenapa bukan aku?
Kenapa Tuhan tidak mempermudah semuanya untuk kita?
Seharusnya dengan Maha BesarNya, Tuhan tidak hanya membuatmu mengejar di awal tapi juga menjaga sampai akhir?
Tapi kini aku tidak lagi bertanya. Kalau ternyata bukan kamu yang menjadi akhir dari perjalananku, tidak apa-apa. Sudah kusiapkan kantung-kantung keikhlasan untuk kepergianmu. Sambil berharap keikhlasan yang aku tanam itu akan menjadi putih yang akan kita petik dalam bentuk kebahagian untuk diri kita masing-masing.

Bila kau membaca tulisan ini.. 
Aku tidak pernah berpikir bahwa semua ini sia-sia meski sering kau sia-siakan dan tidak pernah kau perjuangkan. 
Aku tidak pernah menyesali banyak waktu yang kuberikan untuk menunggu kabarmu, mendengar ceritamu, dan banyak hal lainnya. 
Tetap bertahan ya?
Selelah apapun jangan menyerah. 
Semarah apapun tidak boleh berhenti jadi orang baik.
Aku selalu yakin kamu tangguh. Aku yakin kamu akan menjadi seseorang supaya tidak ada yang bisa meremehkanmu.
 
Seharusnya kau yang unik dari planet lain itu kali ini hanya untukku. 
Bukan malah hanya menjadikanku persinggahan.
Tapi katanya mencintai tak pernah sia-sia meski tidak berbalas.
Ketahuilah, tidak ada cinta yang terlalu menggebu, yang ada adalah cinta yang terus tumbuh dalam rasa ikhlas dan tenang. Maka dari itu, dalam ikhlas dan tenang pun aku melepaskan dan merelakanmu.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

doa itu adalah benda, yaitu gelombang energi quantum yang disebut pikiran dan perasaan dan keduanya merupakan kata benda...

....Aku dekat..Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku (QS.Al Baqarah :186) Saya sering bertanya dalam hati, kenapa kita harus repot berdoa dan dalam doa itu kita menjelaskan pada Tuhan apa yang kita mau? Bukankah Tuhan Mahatahu? Seharusnya aktivitas berdoa itu tidak perlu ada, karena tanpa kita berdoa meminta sesuatu, Tuhan sudah tahu apa yang kita inginkan. Sesederhana itu kan?  Seorang sahabat yang pernah saya ajak diskusi mengenai hal ini menertawakan dan mengatakan saya mungkin sudah gila karena telah mempertanyakan doa. Menurutnya mempertanyakan doa sama dengan mempertanyakan keberadaan Tuhan. Saya mau jadi atheis, begitu tuduhnya. Seolah tak ingin saya jadi ‘tersesat’ sahabat saya itu lantas menjelaskan, doa itu cara manusia ‘bermesraan’ dengan Tuhannya. Sekaligus aktivitas yang mengingatkan manusia bahwa dia hanyalah hamba yang penuh kelemahan dan kepada Tuhan kemudian dia meminta kekuatan. Tapi ‘penasaran’ saya tentang doa tak juga...

Kuberikan seluruh cintaku. Bukan separuh, bukan serpihan, bukan sebagian, bukan sisa, tapi semuanya. Namun cintamu tumbuh tak seperti yang kutanam. Daunmu mengarah ke matahari lain dan bungamu mekar di musim yang tak pernah aku punya...

       Ada banyak hal yang terjadi dan harus diterima siap atau tidak. Awalnya ada rasa marah dan mempertanyakan. Kemudian aku sadar tidak semua patah butuh tangan lain untuk pulih. Cukup saling tahu dengan diam agar luka itu terasa lebih ringan.         Tak juga perlu menjadi Sore yang menembus ruang waktu merubah takdir dan masa lalu. Pertama aku tak punya Jonathan yang akhirnya karena begitu mencintai Sore sehingga dia mau berubah. Kedua, bukan aku yang dia pilih, jadi mau diulang berapa kalipun juga tidak ada gunanya.         Tapi kebanyakan dari kita (mungkin) adalah Sore. Kalau lagi jatuh cinta, ga peduli sebanyak apa kesempatan dipake untuk memperbaiki sesuatu yang ga tau akan berhasil kapan?Tapi terus saja diusahakan untuk bisa terus  bersatu dengan orang yang dicintai. Walau energi bahkan sudah habis. Seperti aku, berulangkali diabaikan dan tidak dianggap berarti tetap saja tidak menyerah. Padahal aku ti...

Melepaskan adalah bentuk cinta paling waras yang bisa kuberikan kepada diriku sendiri. Aku juga sadar, memaksa orang yang ingin pergi itu bukanlah bentuk cinta paling sehat. Karena cinta adalah menjaga seseorang yang ku cintai dari rasa sakit bahkan bila itu adalah diriku sendiri.

       Episode kehilangan ini kembali terulang. Aku tak lagi boleh menoleh ke belakang, mulai berhenti untuk mengejarmu, berharap, atau sekedar menanyakan kabarmu. Bukan aku tak mencintaimu. Tapi karena melepaskan adalah bentuk cinta paling waras yang bisa kuberikan kepada diriku sendiri.          Aku mencintaimu, tapi kamu lebih ingin menjelma menjadi punggung yang tak lagi mau kusandari. Aku lelah menunggu arah, untuk kamu yang tak ingin kemana-mana. Aku tak pernah menuntut kamu yang tak pernah menahan. Ternyata memaksa orang yang ingin pergi itu bukanlah bentuk cinta paling sehat.  Karena cinta adalah menjaga seseorang yang kucintai dari rasa sakit bahkan bila itu adalah diriku sendiri. Jadi aku pergi karena aku tak mau menyakitimu.  Semua perasaan cintaku kepadamu kukubur dalam lubang yang dalam. Kutarik diriku menjauh,  agar kau selamat dari riuh gaduh perasaanku.        Padahal ini energi adalah terakh...